Assalamua'alaykum warahmatulloh wabarakatuh
prihatin!!!melihat negeri ini semakin kacau. banyak terjadi kerusuhan dimana2...Tapi, sebenarnya, kerusuhan tersebut berasal dari kita sendiri. Yang tidak mau mengerti. Klo katanya peterpan "Cobalah mengerti, semua ini mencari arti..."(iz...romantis bgt) dan jika diturut semuanya, akan kembali ketidakpuasan terhadap kepemerintahan sekarang ini. Wajar memang jika diliat dari keputusan2 yang 'kontroversial' dan tidak diimbangi oleh sebuah langkah menuju baik dengan tepat. Tapi jika ditelusuri lagi, sebenarnya pertanyaannya kembali ke "Siapa yang memilih mereka?". Siapa coba???? KITA kan???nah lo.....gmn coba, akhirnya qt jg yang salah.....wah...jadi mbingungi ki...
Tapi, apapun itu, semua sudah terjadi, dan sebentar lagi pemilu, oleh karena itu qt harus bener2 memikirkan untuk memilih siapa pemimpin generasi depan.
Dan untuk yang sudah terjadi ini, sebenarnya, ketika qt lebih getol untuk mengkaji ilmu2 AlQur'an atau As-Sunnah, jamin 100% gak bakal terjadi keributan sampe sekarang ini. Dalam Al Qur'an dijelaskan dalam Surat An Nisa ayat 59
"Hai orang-orang yang beriman, taatilah ALLOH dan RasulNya dan ulil amri diantara kalian."
Dan dalam hadist Shahih Rasulullah SAW
"Barangsiapa taat kepadaku, ia taat kepada Alloh. Barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia bermaksiat kepada Alloh. Barangsiapa taat kepada pemimpinku, ia taat kepadaku. Dan barangsiapa bermaksiat kepada pemimpinku, ia bermaksiat kepadaku." (Mutafaq Alaih)
Fren....penting bgt kan, bgmn qt harus taat kepada pemimpin kita. Bahkan Rasul merasa dimaksiati ktika para pemimpin juga dimaksiati. py jal???dan amalan inipun salah satu amalan yang paling ditekankan oleh Qur'an setelah berbakti kepada orangtua.
Ok2..saya juga tw kok, mesti pada mw tanya "Gmn klo peminpinnya yang dzholim?" ya kaaan???hehehe...memang, tidak selalu para pemimpin itu berlaku benar, kadang juga mereka salah. dan solusinya???ya kita kembalikan ke Qur'an dan Sunnah.
dalam beberapa hadist shahih Rasulullah bersabda
" Tidak ada kewajiban taat pada makhluk dalam maksiat kepada Alloh." (Ahmad dan Al-Hakim)
" Mendengar dan taat diwajibkan kepada orang muslim dalam hal yang ia sukai dan benci, selagi ia tidak disuruh bermaksiat. Jika ia disuruh bermaksiat, ia tidak wajib taat." (Mutafaq Alaih)
Boleh, kita tidak taat kepada mereka, selama mereka mengajak kemaksiatan. Tapi, apakah pemimpin kita sudah mengajak ke hal2 spt itu?wallahu'alam. Dan ketika hal2 yang mereka ajakn itu kita benci, kita liat lagi, apakah itu mengajak ke kebaikan apa maksiat? klo enggak, ya dengan lapang dada kita harus menerimanya. Walaupun keputusan yang mereka berikan kerugian kepada kita(selama gak mengajak ke kemaksiatan), yo piye meneh?Rasul ngajarke kayak gitu je....
" Barangsiapa tidak menyukai sesuatu pemimpin, hendaklah ia bersabar, karena barangsiapa keluar dari pemimpin saja, ia mati dalam keadaan jahiliyah." (Mutafaq Alaih)
"Barangsiapa menghina pemimpin (muslim), maka Alloh menghinanya (At Tirmidzi sanadnya hasan)
Wah ngeri bgt kan fren???ketika kita lagi kesel ma mereka, trus kita bertindak sewenagn2 ma mereka, trus klo kita mati pada saat itu juga gmn coba??neraka bos.....!!!naudzubillah.....
Eh, pertanyaan tadi blom ke jawab ya??ya ini deh....
dalam kitab minhajul muslim, ada tuntunannya....
yaitu, mendoakan mereka mendapat kebaikan, petunjuk, bimbingan, terjaga dari keburukan, dan terjaga dari jatuh ke dalam kesalahan, sebab kebaikan umat ditentukan oleh kebaikan mereka, dan kerusakan umat disebabkan karena kerusakan mereka pula. Ia harus menasihati mereka (pemimpin) tanpa bermaksud menghina, atau mencerca kehormatannya, karena Sabda Rasulullah SAW
" Agama adalah nasihat." Kami bertanya, "Untuk siapa?" Rasulullah SAW bersabda," Untuk Alloh, kitab-kitabNya, rasul2Nya, para pemimpin kaum muslimin dan kaum Muslimin secara umum." (muslim)
ya banyak deh caranya, entah bertemu langsung dengan mereka kemudian mengobrol langsung atau dengan mengirim surat dan demo juga bisa, tapi perlu digaris bawahi, cara ini memang sedang populer, tapi paling rawan terjadi bentrokan. Maka dari itu, ya demonya harus dengan akhlaq yang baik dan tidak ada hinaan terhadap pemerintah dalam demo tersebut. Tapi, jika berbicara masalah yang dituntunkan Rasulullah, ya yang bertemu langsung dengan para amirul mu'minin.
tapi, apapun caranya mengingatkan para pemimpin kita, pokmen harus dengan cara yang baik!gak boleh dengan menghina mereka semua.
dan definisi dari ulil amri sendiri itu ya semua yang memimpin kita, ketua RT, RW, lurah, camat, walikota/bupati, gubernur, dan presiden. para pemimpin dari ulama pun juga wajib kita taati fatwa2nya...
ya pkoknya beginilah kurang lebih akhlaq kita kepada para pemimpin qt, dan Rasul lebih menuntun kepada kita untuk sabar.
Wallahu'alam bishshowab
Wassalamu'alaykum warahmatulloh wabarakatuh